Program magang internasional merupakan salah satu sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, serta memperoleh pengalaman bekerja dalam lingkungan multikultural. Salah satu lokasi magang internasional yang menjadi tujuan mahasiswa adalah Laguna Redang Island Resort, sebuah resort yang terletak di Pulau Redang, Malaysia dan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari populer di kawasan Asia Tenggara.
Perjalanan menuju lokasi magang dimulai pada tanggal 7 Mei 2026. Mahasiswa berangkat dari Semarang menuju bandara Internasional Soekarno–Hatta, Jakarta, sebelum melanjutkan penerbangan internasional ke Malaysia. Mahasiswa tiba di bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 19.00 waktu setempat. Setibanya di Kuala Lumpur, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan bus yang disediakan oleh pihak resort menuju Kuala Terengganu. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih delapan jam. Dari Kuala Terengganu, perjalanan menuju Pulau Redang dilanjutkan dengan transportasi darat menuju jeti selama 40 menit dari pusat bandar atau Sultan Mahmud Airport. Selanjutnya, mahasiswa menyeberang menggunakan feri menuju Pulau Redang dengan waktu tempuh sekitar 45 menit hingga satu jam. Secara keseluruhan, perjalanan dari Kuala Terengganu menuju Pulau Redang memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam hingga akhirnya tiba di lokasi magang.
Sesampainya di resort, mahasiswa diberikan waktu untuk beristirahat terlebih dahulu setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Pada hari berikutnya, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan orientasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak resort selama satu hari penuh. Pelatihan tersebut meliputi pengenalan lingkungan kerja, standar operasional prosedur (SOP), serta budaya kerja perusahaan. Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, pihak Human Resources (HR) mengantarkan mahasiswa ke departemen masing-masing sesuai dengan penempatan yang telah ditentukan untuk mulai menjalankan program magang.

Dalam program magang ini, mahasiswa ditempatkan pada dua departemen utama, yaitu Food and Beverage (F&B) dan Front Office (FO). Pada departemen Food and Beverage (F&B), mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan makanan dan minuman kepada tamu resort. Tugas yang dilakukan meliputi menyajikan makanan dan minuman kepada tamu sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku, membersihkan meja serta sisa makanan setelah tamu selesai bersantap, melakukan promosi mengenai produk minuman yang ada di restaurant, menerima dan melayani pesanan dari tamu, dan mempelajari penggunaan sistem kasir untuk proses transaksi pembayaran. Sementara itu pada departemen Front Office (FO), mahasiswa mempelajari berbagai tugas yang berkaitan dengan pelayanan tamu dan operasional resepsionis. Kegiatan yang dilakukan antara lain mempelajari prosedur check-in dan check-out tamu, mengoperasikan sistem pembayaran menggunakan mesin pembayaran elektronik, membuat kartu kunci kamar dan menginput data tamu ke dalam sistem, serta menerima dan menangani panggilan telepon baik dari tamu yang sedang menginap (in-house guest) maupun calon tamu yang berada di luar resort. Melalui penempatan di kedua departemen tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman kerja yang beragam dan pemahaman yang lebih luas mengenai operasional resort. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan magang ini juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan interpersonal, problem solving, dan adaptasi dalam lingkungan kerja internasional.
Selama menjalani kegiatan magang, mahasiswa memperoleh berbagai pengalaman menarik yang berkaitan dengan budaya maupun dunia kerja. Salah satu pengalaman yang cukup berkesan adalah mengenal karakteristik kuliner masyarakat Terengganu yang cenderung memiliki cita rasa manis dibandingkan makanan yang umum dijumpai di Indonesia. Hal ini menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa dalam memahami perbedaan budaya melalui makanan khas daerah setempat. Kemudian, lingkungan kerja di resort juga memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai negara. Dalam melayani tamu, mahasiswa magang menggunakan beberapa bahasa, yaitu bahasa Melayu, bahasa Inggris, dan bahasa Mandarin. Pengalaman ini membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya serta keterampilan berbahasa asing yang sangat penting dalam industri perhotelan dan pariwisata internasional.
Pelaksanaan program magang internasional di Laguna Redang Island Resort ini didukung oleh pendanaan World Class University (WCU) Universitas Diponegoro. Dukungan pendanaan ini diterima mahasiswa dalam bentuk bantuan biaya untuk pengurusan visa magang sebesar Rp 5.500.000,00 (lima juta lima ratus ribu rupiah). Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Universitas Diponegoro dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dan bekerja di lingkungan global. Dengan adanya dukungan pendanaan World Class University (WCU), mahasiswa dapat mengikuti program magang internasional dengan lebih optimal sehingga mampu meningkatkan kompetensi akademik maupun profesional di tingkat internasional.