SEMARANG – Dunia perhotelan modern saat ini menuntut sinergi yang kuat antara kemampuan komunikasi internasional dan keahlian teknis operasional. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Bahasa Asing Terapan Sekolah Vokasi UNDIP melaksanakan kegiatan pelatihan intensif housekeeping (tata graha) yang berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 18 dan 19 Mei 2026, bertempat langsung di Novotel Semarang.
Pelatihan ini menghadirkan Bapak I Made, seorang praktisi senior sekaligus pakar bidang tata graha dari Novotel Semarang, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengorelasikan mata kuliah Bahasa Inggris dan Tata Graha, sekaligus sebagai bekal nyata sebelum mereka terjun ke industri.

Untuk memastikan penyampaian materi berjalan efektif dan setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman sensorik yang maksimal, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Metode ini memungkinkan interaksi yang lebih intensif antara praktisi dan mahasiswa. Di sana, para praktisi menunjukkan secara langsung dan detail bagaimana standar operasional prosedur (SOP) making bed (menata tempat tidur) dilakukan.
Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengamati dari dekat teknik penarikan sprei (stripping & laying linen), pembuatan sudut 45 derajat yang presisi (mitering corner), hingga penataan duvet dan pillows agar terlihat estetis dan rapi dalam waktu yang efisien.
Pelatihan ini berhasil mengawinkan aspek praktis tata graha dengan kompetensi kebahasaan yang menjadi ciri khas prodi Bahasa Asing Terapan.
Selain making bed, dalam sesi kelompok ini mahasiswa juga mempelajari Standard Pembersihan Kamar (Room Cleaning Standards) dari area atas ke bawah, pembersihan bathroom, hingga dusting mendetail, pengelolaan Lini Kerja dengan memahami alur kerja dan koordinasi antara room attendant, public area attendant, hingga bagian laundry.
Sekretaris Program Studi Bahasa Asing Terapan menjelaskan bahwa pelatihan intensif pada 18-19 Mei ini memiliki target strategis yang sangat penting. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa sebelum mereka melaksanakan program magang (internship) pada semester berikutnya. Dengan melihat dan mempraktikkan sistem kerja hotel secara langsung, mahasiswa diharapkan sudah memiliki gambaran utuh dan mentalitas siap kerja sejak hari pertama magang.

Langkah akselerasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan rekam jejak tahun-tahun sebelumnya, lulusan dan mahasiswa dari prodi Bahasa Asing Terapan ini memiliki daya saing yang sangat tinggi di pasar global. Banyak mahasiswa dari angkatan terdahulu yang sukses mendapatkan kesempatan magang di sektor perhotelan dan pariwisata internasional, seperti di Malaysia hingga Jepang.
Melalui kolaborasi apik antara akademisi kampus dan praktisi industri seperti Bapak I Made dari Novotel Semarang, mahasiswa tahun ini diharapkan mampu mempertahankan—bahkan meningkatkan—prestasi tersebut. Kombinasi antara penguasaan bahasa asing yang fasih dan keahlian vokasional housekeeping yang mumpuni akan menjadi modal utama mereka untuk bersinar di kancah industri pariwisata global.